Jumat, 15 Agustus 2014

Puisi Kemerdekaan Indonesia - Ya ! Kemerdekaan adalah hak semua bangsa, setidaknya itulah yang tercantum dalam undang-undang dasar 1945 negara kita tercinta, Indonesia. Pada tanggal 17 Agustus 2014, usia kemerdekaan negara kita sejak di proklamirkan oleh sang proklamator kita tercinta, Sukarno - Hatta, sudah menginjak diusia ke 69. Lantas apa saja yang sudah kita lakukan, apa yang sudah kita perbuat, apa yang sudah kita abdikan kepada negara ini dalam mengisi kemerdekaan bangsa ini ?. Kita sebagai generasi muda penerus bangsa patutnya bisa mengisi kemerdekaan itu dengan berkarya, berlomba-lomba dalam andil membangun bangsa dan negara ini untuk lebih baik lagi kedepannya. Banyak hal positif yang bisa kita lakukan dalam mengisi kemerdekaan ini, untuk itu, bagi kalian para generasi penerus bangsa, BANGKITLAH!!, berkaryalah untuk terus memajukan dan mensejahterakan bangsa dan negara tercinta kita ini. Jadikan sejarah para pejuang kita sebagai motivasi untuk meneruskan perjuangan mereka dimasa lalu. Berjuang dalam masa dan dimensi yang berbeda. Salah satu hal kecil yang bisa kita lakukan dalam memperingati hari kemerdekaan kita adalah dengan menciptakan sebuah puisi tentang kemerdekaan, puisi yang bisa berisi cerita sejarah perjuangan, harapan akan keadaan negara ini yang lebih baik, ataupun puisi yang menggambarkan keadaan negara kita saat ini. Seperti contoh puisi dibawah ini, karya dari para pendahulu kita dalam mengapresiai kemerdekaan dalam bentuk puisi : KEMERDEKAAN Karya: Moechammad Adjie Terkenang merdeka kala lalu Penindasan angkara murka Eropa terbaru Negeri terbakar kemerdekaan sejati Dalam lingkar kehidupan kerakyatan Bila merindu mencari kemerdekaan Tiba saat kemerdekaan untuk semua rakyat Satu tanah air, satu bangsa dan satu nusantara (gugusan pulau-pulau) Kemerdekaan negeri telah mengalir Dari babakan sejarah panjang Darah rakyat yang butuh kemakmuran dan keadilan Kemerdekaan sejati adalah pilar sejati Sarat makna kehidupan kebangsaan Sepadan kesetaraan untuk globalisasi Merah putih landasan makna yang bersandingkan kedamaian Cita rasa Indonesia merdeka era milenium Kembali dalam lingkar kehidupan kerakyatan Darah rakyat terbakar untuk persatuan Otentik makna asli dan makna unik Saraf evolusi marhaen adalah nilai kebangkitan Separuh waktu merangkum budaya Baku bercangkang api-pun tergenggam Tumbuh merongrong tradisi baru yang pun menjelma Cita rasa Indonesia merdeka erat berkait Mensaji esensi selera memandu ragam rakyat Tanpa ragu tanpa pergeseran otoritas Kemerdekaan negeri telah mengalir Gambar bergumul ragam kepentingan Pandang makna, pandang nilai, pandang bercipta moral susila merangkum ragam Serangkai berjalan mendekati senang Pandu tajam kesejahteraan membalut kemerdekaan Perjuangan cita rasa adalah habitat kemerdekaan Pinus bergaris ruang terekat berjuis dan lagak-lagak kemiskinan Tampak kayu, atas gunung dan turun tebing Dari pertapaan kemewahan dan makna Buka pintu peroleh lapang pembawa selera Lentur terikat gerak peran negara Ragam bersandar ruang-ruang dan dermaga Bijak kemerdekaan dan rujuk kebangsaan Simpul-simpul merangkai terhibur penyair jalanan Bila merindu mencari kemerdekaan tiba saatnya kemerdekaan untuk semua rakyat satu tanah air, satu bangsa, dan satu nusantara (gugusan pulau-pulau) DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA Karya Bapak Supratman Lima Puluh Delapan Tahun Yang Lalu Telah Bergema Pekik Merdeka Bergema, Berkumandang, Keseluruh Dunia Suka Duka Perjuangan Bangsa Berbuah Nyata Kita Sadar Sebagai Tunas Bangsa Penerus Sejearah Pemandu Tongkat Perjuangan Bangsa Mari Kita Jaga Ibu Pertiwi Kita Jaga Republik Ini Kita Junjung Martabat Negeri Dirgahayu Republik Indonesia Nyalakan Terus Semangat 45 Sekali Medeka Tetap Medeka
divine-music.info
divine-music.info

divine-music.info

Tidak ada komentar:

Posting Komentar